ANALIS NASKAH FILM
NAMA :Iqbal Hidayatullah
NIM : 1740210134
DOSEN: Primi Rohimi S.sos, M.Si
NASKAH FILM 99 CAHAYA DI LANGIT EROPA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Film adalah medium komunikasi massa yang ampuh sekali. Bukan saja untuk hiburan, tetapi juga untuk penerangan dan pendidikan.Dalam ceramah-ceramah penerangan dan pendidikan, film kini banyak digunkan sebagai alat pembantu untuk memberikan penjelasan. Hal ini tentu saja terkait dengan sifat film. Dalam hal ini menikmati cerita dari suatu film berlainan dengan dari buku. Cerita dari buku disajikan dengan huruf-huruf yang berderet secara mati. Huruf-huruf itu merupakan tanda,dan tanda-tanda ini akan mempunyai arti hanya dalam sadar. Sebaliknya film memberikan tanggapan terhadap yang menjadi pelaku dalam cerita yang dipertunjukan itu dengan tingkah laku yang jelas, dan dapat mendengarkan suara pelaku beserta suara-suara lainnya yang bersangkutan dengan cerita yang disajikan.
Dalam perkembngannya film tidak hanya dijadikan sebagai media hiburan semata, tetapi juga digunakan sebagai alat propaganda, terutama menyangkut tujuan sosial atau nasional. Berdasarkan pada pencapaiannya yang menggambarkan realitas. Pada tahun 2013 film yang berjudul “99 Cahaya Dilangit Eropa” disutradarai oleh Guntur Soeharjanto memiliki tema islami, film ini bersifat religious. Film yang novelnya menjadi best seller dengan judul yang sama “99 Cahaya Dilangit Eropa” ditulis oleh Hanum Salsabiela Rais.
99 Cahaya dilangit Eropa adalah film drama religi tahun 2013 dari Indonesia. Film ini mengisahkan pengalaman seorang jurnalis asal Indonesia yang sedang menemani suaminya menjalani kuliah doktorat di Vienna, Austria. Mengisahkan bagaimana mereka beradaptasi, bertemu dengan berbagai sahabat hingga akhirnya menuntun mereka kepada jejak-jejak agama islam di benua Eropa yang dibawa olah bangsa Turki di era Merzivonlu Kara Mustafa Pasha dari kesultanan utsmaniyah.
Film ini adalah catatan perjalanan atas sebuah pencarian. Pencarian cahaya Islam di Eropa yang kini sedang tertutup awan saling curiga dan kesalahpahaman. Film 99 Cahaya di Langit Eropa menceritakan perjalanan dari Hanum Rais ( Acha Septriasa ) Serta sang suami Rangga Almahendra ( Abimana Aryasatya ) dalam memperoleh cahaya Islam ketika menjelajahi benua Eropa. Tinggal di Eropa selama 3 tahun, untuk menemani sang suami yang sedang memperdalam ilmu pengetahuan, dua anak manusia itu malah menemukan beberapa hal menarik.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas , rumusan masalah beberapa pertanyaan sebagai berikut :
1. Bagaimana analisis terhadap bentuk makna pesan film 99 Cahaya di Langit Eropa?
2. Apa saja bentuk kesalahpahaman yang berujung konflik di film 99 Cahaya di Langit Eropa?
C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui analisis terhadap makna pesan film 99 Cahaya di Langit Eropa.
2. Untuk mengetahui bentuk kesalahpahaman yang berujung konflik di film 99 Cahaya di Langit Eropa.
BAB II
Pembahasan
1. Bentuk Makna Pesan
Bentuk makna pesan dalam film “99 Cahaya Dilangit Eropa” ini bagaimana kita harus saling bertoleransi antar agama. Dimana kita harus saling menghargai setiap kepercayaan yang dianut oleh manusia, belajar memahami pola kehidupan dan karakter setiap individu. Difilm ini dijelaskan bahwa sebagian besar kaum minoritas disuatu negara mengalami kesenjangan sosial yang cukup parah. Kebanyakan bentuk makna pesan dalam film ini adalah pesan verbal. Contohnya dalam penggalan film ini saat maarja mempersilahkan rangga untuk beribadah, contoh penggalan tentang kebaikan islam saat Hanum memasak ikan asin di apartemen, tetangganya marah-marah kepada Hanum dan berkata bahwa masakannya baunya seperti kaos kaki. Walaupun sudah dimaki-maki Hanum justru memberikan masakannya itu kepada tetangganya dan akhirnya tetangganya itu berkata bahwa masakannya sangat enak. Saat Hanum berada direstoran mereka diejek oleh non muslim, justru Hanum dan Fatma membayarkan makanan mereka. Hanum dan Fatma memiliki misi menjadi agen muslim yang baik.
Kemudian ada juga pesan non verbal yang ada di film ini, seperti simbol-simbol yang terdapat di beberapa adegan, seperti contoh adegan foto Bunda Maria yang terdapat lafadz tauhid didalam foto tersebut. Pinggiran hijab Bunda Maria itu bertahtakan Laa illaaha illallah.
Kemudian ada lagi contoh pesan non verbal seperti slogan rumah makan bernama “ Der Wiener Deewan”, slogan didalam rumah makan itu bertuliskan “ All You Can Eat, Pay As You Wish”. Pengunjung bisa mengambil makan sepuasnya, dan mereka pun bisa membayar seikhlasnya. Jadi pesan yang dimaksud dalam simbol-simbol ini bisa diartikan dengan konsep ikhlas.
2. Bentuk Kesalahpahaman Yang Berujung Konflik
Dalam pesan komunikasi (verbal dan non-verbal), ada bentuk bentuk kesalah pahaman dalam memaknai pesan verbal dan non-verbal tersebut dari dialog percakapan tokoh-tokoh dalam film tersebut yang berujung konflik seperti contoh adegan sebagai berikut :
• Konflik muncul saat Rangga dan Khan dihadapkan dengan jadwal ujian yang bersamaan dengan shalat Jumat sehingga mereka berdua harus memilih salah satu yang harus dipilih.
• Konflik Rangga dengan hanum yang disebabkan oleh sikap maarja yang memeluk Rangga di hadapan Hanum sehingga menimbulkan kesalahpahaman diantara Hanum dan Rangga.Padahal sikap Marja kepada Rangga itu menurutnya dianggap biasa saja oleh Marja.
• Konflik antara Steven dan Khan yang sering salah paham mulai dari kebiasaan makanan mereka yang berbeda sehingga menimbulkan kesalahpahaman lainnya.
• Saat Ayah kahn dalam keadaan bahaya dan kahn disuruh pulang oleh ibunya, lalu meminta Rangga untuk bertukar jadwal ujian, saat itu menimbulkan kesalahpahaman Steven dan Rangga
BAB III
Penutup
Kesimpulan
Kehancuran Islam di Eropa adalah karena setitik nila perang saling menguasai yang menyebabkan trauma berkepanjangan. Jika proses masuknya islam terus konsisten melalui cara damai seperti di Indonesia tentunya, Eropa hingga kini masih bercahaya sebagaimana Cordoba berhasil menerangi abad gelap di Eropa. Kini minoritas Islam di Eropa harus berjuang untuk mengembalikan citra Islam yang keras menjadi lembut, seperti Fatma yang tetap santun meski mendengar hujatan dari orang-orang Eropa non muslim, itulah sejatinya Islam, agama yang cinta damai. Sayang, selalu dan masih saja ada yang memaknai Islam harus ditegakkan dengan jalan yang keras, menebar terror melalui hembusan jihad, atau demo yang berujung anarkisseperti di Indonesia. Sudah saatnya umat Islam belajar dari kegagalan Islam Berjaya di Eropa. Nafsu untuk menjadi lebih, nafsu untuk menguasai, dan nafsu merasa paling benar atas nama agama hanya akan memperburuk citra Islam di mata dunia.
Islam itu toleran, Islam itu jauh dari kekerasan, Islam itu terbuka, Islam itu besar, Islam itu maju, Islam itu modern, dan Islam itu damai. Pesan-pesan terebut coba diangkat oleh penulis didalam film ini. Film “99 Cahaya Di Langit Eropa sangat menarik, mengisahkan perjalanan sepasang suami istri untuk mengenal perjuangan dalam mempertahankan keyakinan serta kisah pencarian jejak sejarah islam di Benua biru itu. Film ini sangat baik untuk semua masyarakat yang melihat, karena ada kandungan religi yang baik, dan dapat mengajarkan bagi kita bagaimana indahnya perdamaian dan rasa rendah hati kepada semua umat manusia. Mengajarkan bagaimana tidak ada bedanya antara agama islam yang kita anut. Karena sesungguhnya agama yang terindah adalah agama islam. Serta lebih mendalami agama islam.
Selain itu film 99 Cahaya Di Langit Eropa ini menyadarkan kita untuk selalu sabar dalam menghadapi sebuah kehidupan, dimana banyak rintangan, dan banyak hambatan yang dijalani. Mengajarkan kita untuk selalu mengingat agama kita dengan memegang teguh dan mempertahankan agama kita disaat orang lain mencoba untuk menggoyahkan iman kita.
NIM : 1740210134
DOSEN: Primi Rohimi S.sos, M.Si
NASKAH FILM 99 CAHAYA DI LANGIT EROPA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Film adalah medium komunikasi massa yang ampuh sekali. Bukan saja untuk hiburan, tetapi juga untuk penerangan dan pendidikan.Dalam ceramah-ceramah penerangan dan pendidikan, film kini banyak digunkan sebagai alat pembantu untuk memberikan penjelasan. Hal ini tentu saja terkait dengan sifat film. Dalam hal ini menikmati cerita dari suatu film berlainan dengan dari buku. Cerita dari buku disajikan dengan huruf-huruf yang berderet secara mati. Huruf-huruf itu merupakan tanda,dan tanda-tanda ini akan mempunyai arti hanya dalam sadar. Sebaliknya film memberikan tanggapan terhadap yang menjadi pelaku dalam cerita yang dipertunjukan itu dengan tingkah laku yang jelas, dan dapat mendengarkan suara pelaku beserta suara-suara lainnya yang bersangkutan dengan cerita yang disajikan.
Dalam perkembngannya film tidak hanya dijadikan sebagai media hiburan semata, tetapi juga digunakan sebagai alat propaganda, terutama menyangkut tujuan sosial atau nasional. Berdasarkan pada pencapaiannya yang menggambarkan realitas. Pada tahun 2013 film yang berjudul “99 Cahaya Dilangit Eropa” disutradarai oleh Guntur Soeharjanto memiliki tema islami, film ini bersifat religious. Film yang novelnya menjadi best seller dengan judul yang sama “99 Cahaya Dilangit Eropa” ditulis oleh Hanum Salsabiela Rais.
99 Cahaya dilangit Eropa adalah film drama religi tahun 2013 dari Indonesia. Film ini mengisahkan pengalaman seorang jurnalis asal Indonesia yang sedang menemani suaminya menjalani kuliah doktorat di Vienna, Austria. Mengisahkan bagaimana mereka beradaptasi, bertemu dengan berbagai sahabat hingga akhirnya menuntun mereka kepada jejak-jejak agama islam di benua Eropa yang dibawa olah bangsa Turki di era Merzivonlu Kara Mustafa Pasha dari kesultanan utsmaniyah.
Film ini adalah catatan perjalanan atas sebuah pencarian. Pencarian cahaya Islam di Eropa yang kini sedang tertutup awan saling curiga dan kesalahpahaman. Film 99 Cahaya di Langit Eropa menceritakan perjalanan dari Hanum Rais ( Acha Septriasa ) Serta sang suami Rangga Almahendra ( Abimana Aryasatya ) dalam memperoleh cahaya Islam ketika menjelajahi benua Eropa. Tinggal di Eropa selama 3 tahun, untuk menemani sang suami yang sedang memperdalam ilmu pengetahuan, dua anak manusia itu malah menemukan beberapa hal menarik.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas , rumusan masalah beberapa pertanyaan sebagai berikut :
1. Bagaimana analisis terhadap bentuk makna pesan film 99 Cahaya di Langit Eropa?
2. Apa saja bentuk kesalahpahaman yang berujung konflik di film 99 Cahaya di Langit Eropa?
C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui analisis terhadap makna pesan film 99 Cahaya di Langit Eropa.
2. Untuk mengetahui bentuk kesalahpahaman yang berujung konflik di film 99 Cahaya di Langit Eropa.
BAB II
Pembahasan
1. Bentuk Makna Pesan
Bentuk makna pesan dalam film “99 Cahaya Dilangit Eropa” ini bagaimana kita harus saling bertoleransi antar agama. Dimana kita harus saling menghargai setiap kepercayaan yang dianut oleh manusia, belajar memahami pola kehidupan dan karakter setiap individu. Difilm ini dijelaskan bahwa sebagian besar kaum minoritas disuatu negara mengalami kesenjangan sosial yang cukup parah. Kebanyakan bentuk makna pesan dalam film ini adalah pesan verbal. Contohnya dalam penggalan film ini saat maarja mempersilahkan rangga untuk beribadah, contoh penggalan tentang kebaikan islam saat Hanum memasak ikan asin di apartemen, tetangganya marah-marah kepada Hanum dan berkata bahwa masakannya baunya seperti kaos kaki. Walaupun sudah dimaki-maki Hanum justru memberikan masakannya itu kepada tetangganya dan akhirnya tetangganya itu berkata bahwa masakannya sangat enak. Saat Hanum berada direstoran mereka diejek oleh non muslim, justru Hanum dan Fatma membayarkan makanan mereka. Hanum dan Fatma memiliki misi menjadi agen muslim yang baik.
Kemudian ada juga pesan non verbal yang ada di film ini, seperti simbol-simbol yang terdapat di beberapa adegan, seperti contoh adegan foto Bunda Maria yang terdapat lafadz tauhid didalam foto tersebut. Pinggiran hijab Bunda Maria itu bertahtakan Laa illaaha illallah.
Kemudian ada lagi contoh pesan non verbal seperti slogan rumah makan bernama “ Der Wiener Deewan”, slogan didalam rumah makan itu bertuliskan “ All You Can Eat, Pay As You Wish”. Pengunjung bisa mengambil makan sepuasnya, dan mereka pun bisa membayar seikhlasnya. Jadi pesan yang dimaksud dalam simbol-simbol ini bisa diartikan dengan konsep ikhlas.
2. Bentuk Kesalahpahaman Yang Berujung Konflik
Dalam pesan komunikasi (verbal dan non-verbal), ada bentuk bentuk kesalah pahaman dalam memaknai pesan verbal dan non-verbal tersebut dari dialog percakapan tokoh-tokoh dalam film tersebut yang berujung konflik seperti contoh adegan sebagai berikut :
• Konflik muncul saat Rangga dan Khan dihadapkan dengan jadwal ujian yang bersamaan dengan shalat Jumat sehingga mereka berdua harus memilih salah satu yang harus dipilih.
• Konflik Rangga dengan hanum yang disebabkan oleh sikap maarja yang memeluk Rangga di hadapan Hanum sehingga menimbulkan kesalahpahaman diantara Hanum dan Rangga.Padahal sikap Marja kepada Rangga itu menurutnya dianggap biasa saja oleh Marja.
• Konflik antara Steven dan Khan yang sering salah paham mulai dari kebiasaan makanan mereka yang berbeda sehingga menimbulkan kesalahpahaman lainnya.
• Saat Ayah kahn dalam keadaan bahaya dan kahn disuruh pulang oleh ibunya, lalu meminta Rangga untuk bertukar jadwal ujian, saat itu menimbulkan kesalahpahaman Steven dan Rangga
BAB III
Penutup
Kesimpulan
Kehancuran Islam di Eropa adalah karena setitik nila perang saling menguasai yang menyebabkan trauma berkepanjangan. Jika proses masuknya islam terus konsisten melalui cara damai seperti di Indonesia tentunya, Eropa hingga kini masih bercahaya sebagaimana Cordoba berhasil menerangi abad gelap di Eropa. Kini minoritas Islam di Eropa harus berjuang untuk mengembalikan citra Islam yang keras menjadi lembut, seperti Fatma yang tetap santun meski mendengar hujatan dari orang-orang Eropa non muslim, itulah sejatinya Islam, agama yang cinta damai. Sayang, selalu dan masih saja ada yang memaknai Islam harus ditegakkan dengan jalan yang keras, menebar terror melalui hembusan jihad, atau demo yang berujung anarkisseperti di Indonesia. Sudah saatnya umat Islam belajar dari kegagalan Islam Berjaya di Eropa. Nafsu untuk menjadi lebih, nafsu untuk menguasai, dan nafsu merasa paling benar atas nama agama hanya akan memperburuk citra Islam di mata dunia.
Islam itu toleran, Islam itu jauh dari kekerasan, Islam itu terbuka, Islam itu besar, Islam itu maju, Islam itu modern, dan Islam itu damai. Pesan-pesan terebut coba diangkat oleh penulis didalam film ini. Film “99 Cahaya Di Langit Eropa sangat menarik, mengisahkan perjalanan sepasang suami istri untuk mengenal perjuangan dalam mempertahankan keyakinan serta kisah pencarian jejak sejarah islam di Benua biru itu. Film ini sangat baik untuk semua masyarakat yang melihat, karena ada kandungan religi yang baik, dan dapat mengajarkan bagi kita bagaimana indahnya perdamaian dan rasa rendah hati kepada semua umat manusia. Mengajarkan bagaimana tidak ada bedanya antara agama islam yang kita anut. Karena sesungguhnya agama yang terindah adalah agama islam. Serta lebih mendalami agama islam.
Selain itu film 99 Cahaya Di Langit Eropa ini menyadarkan kita untuk selalu sabar dalam menghadapi sebuah kehidupan, dimana banyak rintangan, dan banyak hambatan yang dijalani. Mengajarkan kita untuk selalu mengingat agama kita dengan memegang teguh dan mempertahankan agama kita disaat orang lain mencoba untuk menggoyahkan iman kita.
Comments
Post a Comment